Dalam suatu Paket Pendidikan Dasar-Dasar Iman Kristen yang pernah saya ikuti yang diselenggarakan oleh YLSA(Yayasan Lembaga Sabda) dalam Program Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam (PESTA) ada sebuah pertanyaan demikian:
"Apakah pentingnya meyakini pengajaran bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu?"
Dengan dibekali 5w1h ( what, when, where, why, who, dan how ), manusia tidak saja memiliki segudang pertanyaan, namun memiliki rasa ingin tahu yang tidak terbatas. Meskipun pancainderanya terbatas memberi jawab atas rasa ingin tahunya yang tidak terbatas, namun alam pikir manusia berusaha mencari jawab untuk memuaskan rasa ingin tahunya. Di sini manusia bertemu dengan logika. Sayangnya tidak semua logika manusia logic, karena logika ternyata masih dipengaruhi oleh pancaindera dan pengalaman masa lalu.
Pengalaman saya ketika masih kecil terhadap penginderaan matahari yang terbit di timur dan terbenam di barat menarik sebuah logika bahwa matahari berjalan dari timur ke barat. Fatalnya ketika logika yang tidak logic dengan sembrono digunakan menarik logika baru. Ketika logika saya mengatakan matahari berjalan dari timur menuju ke barat di siang hari, dan kenyataannya setiap hari demikian, timbul pertanyaan di benak saya "Saat kapan matahari balik ke timur untuk menunaikan tugasnya besok pagi?". Pertanyaan ini menuntut jawaban. Sayangnya, jawab yang digunakan untuk memuaskan pertanyaan tersebut memerlukan hipotasis. Inilah logika yang ada (lama) dipinjan untuk menarik logika baru guna memberi jawab atas pertanyaan yang terus menuntut jawab. Hipotesis itu begini : Jika hari ini matahari berjalan dari timur ke barat, dan besoknya diulangi seperti itu setiap hari, berarti matahari balik ke timur pada malam hari."
Contoh-contoh logika yang tidak logic di masyarakat lokal banyak kita jumpai seperti ketika terjadi gunung meletus, orang bertanya mengapa? Mereka berusaha menemukan jawab sesuai dengan keterbatasan mereka: "yang menunggu gunung sedang marah", begitu juga ketika sungai meluap: "yang menunggu sungai sedang marah". Akhirnya timbul istilah : yang menunggu gunung, yang menunggu sungai, yang menunggu hutan, yang menunggu laut,dll. Sedemikian sehingga berkembang orang percaya adanya dewa matahari, ada dewa api, dewa bayu (angin), dewa bulan, baal, dll.
Ketika alam pikiran manusia semakin modern dengan logika-logikanya melalui hipotesis teruji oleh sampling sebuah rancangan percobaan, alam pikiran itu terus mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada hentinya, dan alam pikiran itu juga yang terus berusaha mencari jawab untuk memuaskan ketidaktahuannya. Pertanyaan itu antara lain adalah: "Benarkah segala sesuatu itu ada permulaannya?". Pertanyaan ini timbul dari logika kita bahwa semua yang berada dalam dimensi ruang dan waktu memiliki permulaan (Refrensi DIK-R01b).
Kenyataan yang ada bahwa segala sesuatu yang terjadi di dalam dimensi ruang dan waktu ada bahan dasarnya. Kita ada di dunia ini karena ada bahan dasar, yang oleh sistem, membentuklah kita. Demikian juga makhluk hidup yang lain terbentuk oleh bahan dasar, yang oleh sistem, terbentuklah tumbuhan-tumbuhan sesuai dengan jenisnya, binatang sesuai dengan jenisnya. Benda-benda mati tersusun atas bahan dasar. Mobil, motor, pesawat, kereta bermula dari bahan dasar, yang oleh karena sistem pengapian di ruang bakar bisa bergerak. Secara material bahan dasar yang membentuk benda hidup maupun benda tak hidup adalah unsur-unsur kimia. Dan sistem telah menjaga proses dibentuknya unsur-unsur kimia ini menjadi manusia dan makhluk hidup yang lain secara (reproduksi) terus-menerus berkesinambungan.
Manusia bisa membuat sistem mobil bisa hidup bergerak, tapi manusia tidak mampu membuat sistem dimana mobil dapat bereproduksi.
Kita hidup di dunia ini menempati dimensi waktu, dari mulai proses terbentuknya orok, dilahirkan, hingga kini. Juga di dalam rentang waktu tersebut kita menempati dimensi ruang. Namun sebelum rentang waktu tersebut secara wujud kita belum ada, tetapi bahan dasar untuk membentuknya sudah ada, dan menempati dimensi ruang (hukum kekekalan massa). Saya menyimpan pertanyaan: "Apakah unsur-unsur kimia yang sekarang ini menyusun diri menjadi tubuh saya pada dimensi waktu sebelumnya masih murni berwujud unsur kimia belum pernah terpakai, atau jangan-jangan pernah tersusun oleh sitem membentuk makhluk purba?"
Louis Pasteur pernah terjebak dalam pencarian asal-usul makhluk hidup. Yang ia temukan hanyalah sesuatu yang sudah menjadi sistem, "makhluk berasal dari makhluk hidup." Omne ovum of vivo omne vivo of ovum.
Ketika kita terjebak oleh logika 'segala sesuatu ada permulaannya', yang ternyata disanggah oleh logika lain bahwa 'jika semua yang ada pernah ada permulaannya, maka ada waktu di mana semuanya tidak ada sama sekali'. Dan'Apa bila pada suatu waktu pernah tidak ada apa-apa sama sekali, maka tidak akan pernah ada apa-apa selamanya(tidak ada bahan dasarnya)', terus bagaimana dong? Biarlah logika bersoal jawab dengan logika, toh kenyataannya alam raya ada.
Jadi jika sebelumnya tidak ada apa-apa, tentu ada 'sesuatu' yang membuat yang tidak ada menjadi ada dong????? Sampai di sini banyak orang membuat jawab yang berbeda-beda atas pertanyaan 'sesuatu' tersebut. Dari sinilah timbulnya banyak illah-illah yang dibentuk dan disembah oleh banyak orang, yang sebenarnya merupakan hasil sebuah pemikiran manusia (sebuah ide).
Tetapi Yehova (yang oleh banyak orang diterjemahkan sebagai Allah) Dia bukan hasil pemikiran manusia, karena Dia yang lebih dulu memperkenalkan diriNya kepada manusia. "AKU ADA YANG AKU ADA" Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub". Allah yang menciptakan langit dan bumi. Dia ada.
Disinilah kita merasa penting meyakini pengajaran bahwa Allah adalah
Pencipta segala sesuatu. Dia bukan hasil pikiran manusia.
Blog ini berisi tulisan yang bersifat kerohanian Kristen yang ditulis secara populer dan ringan serta kesaksian hidup dan pelayanan serta masalah masalah sosial. Tujuannya adalah agar setiap insan Kristiani bertumbuh didalam Tuhan serta saling melayani dan saling mengasihi sampai Tuhan Yesus datang yang kedua kalinya. Amin.
Rabu, 20 Oktober 2010
Senin, 11 Oktober 2010
DIPANGGIL UNTUK DIPROMOSIKAN
Lukas 5 : 10 “ Demikianlah juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon : “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”
Mengapa Tuhan Yesus dalam memberi perintah untuk dipromosikan kepada Simon dengan menggunakan perumpamaan sebagai Pejala Manusia ?karena kehidupan keluarga Simon saat itu berprofesi sebagai Nelayan dan di sana pada saat itu belum ada petani Karet atau Sawit/ padi (Banih=bhs setempat) seandainya Simon bertemu Tuhan Yesus sebagai Petani Karet ada kemungkinan Yesus menggunakan perumpamaan Petani Karet.
Pernyataan Yesus kepada Simon untuk menjala manusia, itu juga berlaku bagi kita sekarang setelah membaca dan merenungkan ayat ini. Saat itu juga Simon menjadi panggilan untuk melakukan tugasnya menjadi Pejala manusia dan meninggalkan profesinya sebagai Nelayan yang hanya menjala ikan, demiakian cara Yesus mengajar pada murid-muridnya. Kita yang percaya kepada Yesus juga di beri tanggung jawab untuk mencari Jiwa-jiwa yang tersesat dan terhilang serta belum manerima Yesus untuk diselamatkan agar ia tidak binasa baik melalui pemberitaan Firman Tuhan atau melalui prilaku hidup kita yang sudah di perbaharui.
Kenapa Yesus memilih Simon untuk dipromosikan ? karena Simon mempunyai kelebihan yang luar biasa yang dilihat oleh Yesus sehingga Simon dianggap mempunyai potensi untuk dipromosikan yaitu dipakai untuk melayani pekerjaanTuhan, Sadarilah bahwa ketika Tuhan Yesus memilih Kita berarti ada sesuatu dalam diri kita yang dilihat oleh Yesus sehingga dianggap pantas untuk dipromosikan, benar saudara, tatkala kita dipilih oleh Tuhan adalah hak prerogative Tuhan dan itu adalah Karunia dari Tuhan.
Yang jelas apabila kita sedang dipromosikan oleh Tuhan Yesus pasti dalam diri kita ada sesuatu yang menarik perhatian Tuhan sehingga Ia menilai kita dan memilih kita untuk melakukan pekerjaan Tuhan yang harus dilakukan oleh orang yang dipercayakan kita dipakainya untuk melayani-Nya.
Namun perlu diingat, sesungguhnya ketika seseorang sedang dipakai Tuhan pilihan itu selalu berangkat dari kegagalan hidup, Murid-murid semua adalah orang- orang yang ahli dalam bidangnya atau professional sebagai nelayan, namun mereka mengalami kegagalan dalam hidupnya (Lukas 5 : 1-3) Ketika Yesus Naik keperahu dan menyuruh Simon untuk menolak perahunya sedikit menjauh dari pantai dan dipakailah perahu Simon sebagai mimbar kotbah Tuhan Yesus sesaat setelah semalaman simon gagal mendapatkan ikan.
Seringkali dalam kegagalan yang kita alami, Tuhan masih meminta kepada kita berkorban dan berbuat sesuatu untuk Tuhan, kita hanya belajar untuk senantiasa percaya sepenuhnya pada rencana Tuhan. Tuhan tidak mau menilai apakah kita mau untuk dipakai seperti Simon, tidak membantah, tidak menolak tidak mengemukakan banyak alasan untuk mengelak perintah Tuhan Yesus dengan taat melakukan apa yang diminta Yesus bahkan ditengah kepedihan yang harus mengalami kegagalan.
Mengapa Simon dipromosikan ? Karena Simon mempunyai Hati Nurani yang baik, apakah murid yang hati nuraninya tidak baik tentunya tidak demikian yang bisa menilai hati kita adalah Tuhan sendiri, Jika kita juga memiliki hati nurani yang baik yang sudah dinilai oleh Tuhan maka Tuhan akan mempromosikan kia untuk melakukan pekerjaan Tuhan , bisa melalui hamba Tuhan mungkin kita diminta berdoa, berdoa syafaat, mendoakan orang sakit, sebagai leader atau pemimpin pujian pemain musik, tamborin, menyampaikan firman Tuhan dan masih banyak lagi pekerjaan Tuhan yang harus dilakukan oleh orang percaya sebagai orang yang hati nuraninya baik tentunya tidak menolak dan tidak merasa keberatan untuk melakukan pekerjaan Tuhan yang di percayakan atau ditugaskan kepada kita. Pelayanan bukanlah merupakan suatu beban tapi suatu ketaatan kepada Tuhan karena Ia menganggap bahwa kita sanggup melalukannya dan dapat dipercaya.
Karena Simon memiliki Tekad yang kuat, setelah memiliki hati nurani yang baik kita harus memiliki tekad yang kuat. Tekad yang kuat adalah usaha yang memiliki ketekunan dan komitmen untuk terus melakukan sekalipun berada dalam tekanan serta keletihan dan dibayangi oleh sebuah kegagalan, Simon menuruti Tuhan Yesus bekerja untuk menebarkan jalanya dan dia menuai berkat Tuhan.
Ketika kita memiliki tekad yang kuat, untuk melakukan pekerjaan Tuhan maka tidak ada kuasa yang sanggup menahan berkat Allah yang dicurahkannya kepada kita. selamat meyani pekerjaan Tuhan, Tuhan Yesus memberkati amin buat firman Tuhan.
oleh Bambang.WA
“Selamatkan Jiwa berapapun harganya"
Pembacaan : Yehezkiel 34 : 16 “ Yang hilang akan kucari, yang tersesat akan kubawa pulang, yang luka akan kubalut, yang sakit akan kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan kulindungi, aku akan menggembalakanmereka sebagaimana seharusnya.
Tuhan kita punya misi yang sangat besar yang digenapi dalam Yesus Kristus, yaitu misi untuk menyelamatkan umatnya yang tehilang. Tuhan tidak mau ada seorangpun yang binasa tetapi supaya semua dapat diselamatkan. Betapa pedulinya Tuhan dalam kehidupan dan Keselamatan manusia.
Tuhan tahu bahwa manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, karena ada kecenderungan hati manusia adalah melakukan kejahatan dihadapan Tuhan. Oleh sebab itu hanya karena kasih Tuhan, atau Anugerah-Nya kita diselamatkan Dan dalam Kristus oleh pengorbanaNya kepada karya penebusanNya kita diselamatkan dan itupun adalah kasih setiaNya semata.
Orang Kristen punya tanggung jawab dalam hidupnya ketika Ia percaya olehNya kita diselamatkan, Ya ! Hutang Jiwa, kita berhutang jiwa pada Tuhan Yesus dan oleh penebusanya kita juga dipanggil untuk menjangkau, mencari saudara-saudara sesama jiwa yang menjauh dan terhilang ( hidup dalam dosa ) untuk menjalankan misi besar dalam menjangkau jiwa-jiwa yang terhilang, kita harus memiliki hati yang penuh belas kasihan. Matius 9 : 36 “ Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.”
Kita semua adalah merupakan “Tangan Tuhan” yang dipakai untuk menjangkau jiwa-jiwa yang tersesat dan belum mendengar Injil Keselamatan dan untuk membawa mereka kepada Tuhan.
Ada 5 langkah penyelamatan terhadap mereka yang hilang dengan skill kita
1. Ketrampilan Mata untuk Memandang.
Kita tajamkan mata jasmani dan mata rohani kita untuk memandang dan melihat jiwa-jiwa yang begitu banyak sedang menuju kepada kebinasaan dengan penuh belas kasihan akan dengan mudah tergerak dan mau mengulurkan tangan untuk menolong mereka.
2. Kertampilan Telinga untuk mendengar (Amsal 21: 13)
“Siapa menutup telinga bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.”
Kita harus tetap membuka telinga kita untuk mendengar jeritan jiwa-jiwa yang memohon pertolongan Tuhan. Ketika kita membuka telinga kita dan mau mendengarkannya maka Tuhan akan membuat telinga kita peka dan mereka yang mau berbelas kasihan dan kita diberi kemampuan dan keberanian untuk melakukan tugas Tuhan.
Mari kita buka telinga kita untuk mendengarkan Perintah dan Panggilan serta teriakan jiwa-jiwa yang tersesat.
3. Ketrampilan Kaki untuk melangkah. ( Yesaya 6 : 8 )
Suara Tuhan berkata :” Siapakah yang akan Ku-utus, dan siapa yang mau pergi untuk Aku ?” maka sahutku : “Ini Aku utuslah Aku”
Kita harus berbuat dan melangkahkan kaki kita kejalan yang hanya untuk mencari dan mengutus orang yang mau meringankan kakinya untuk melakukan dan mencari jiwa-jiwa yang terhilang.
Tugas mencari dan menyelamatkan untuk memenangkan jiwa bukan hanya tugas dari kelompok rohaniawan saja, melainkan tugas semua orang percaya.
4. Ketrampilan Tangan untuk merangkul. ( 1Kor 9 : 22)
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat meyelamatkan mereka yang lemah, Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
Kegagalan orang percaya untuk mau menjangkau orang yang terhilang adalah “Berat tangan” tidak mau mengulurkan tanganya dan mudah sekali menghakimi mereka,sehingga dengan mau membawa jiwa-jiwa kepada Tuhan.
Seringkali kita merasa elergi dengan orang yang berdosa, menjauhi dan memusuhi mereka. Pada hal kita sendiri dulunya juga orang berdosa sama seperti mereka.
5. Ketrampilan Lidah untuk menghibur. (Yesaya 50 : 4a)
“Tuhan Allah telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.”
Perkataan kita harus selalu penuh semangat mempergunakan mulut kita dengan benar yaitu untuk membangun dan memberi semangat baru bagi mereka yang letih dan lesu. Jauhkan dari kita mulut yang berkata-kata tidak pantas yang membuat orang menjauh dari kita dan menolak Tuhan.
Biarkan Orang lain menjadi berbahagia dan menikmati apa yang keluar dari mulut kita, yaitu perkataan-perkataan Firman Tuhan yang menguatkan dan membangun orang lain dan menerima Allah Bapa kita. amin.
Persoalannya adalah maukah kita sebagai orang yang percaya untuk mengulurkan tangan kita dan berbelas kasiahan untuk mendengar dan menolong saudra-saudara kita yang tersesat dan terhilang agar mereka Tuhan kita tidak binasa melainkan memperoleh Kesematan dari Allah Bapa melalui Kristus Yesus Tuhan kita, Amin.
Oleh : Bambang WA
Oleh : Bambang WA
Kamis, 30 September 2010
JADILAH BIJAKSANA
Pembacaan Injil Matius 7 : 21 – 27
Dalam pembacaan tadi kita dapat mengambil intisarinya yaitu :
- Orang yang masuk kedalam kerajaan Surga adalah yang melakukan kehendak Bapa yang di Surga. bukan yang hanya mendengarkan tetapi tidak mau menurutinya ( ay 21 )
- Orang yang mendengar dan melakukan Firman Tuhan adalah orang bijaksana ( ay 24 )
- Orang yang mendengar tetapi tidak melakukan adalah orang bodoh atau tidak bijaksana.( ay 26 )
Siapakah yang bisa membuat orang menjadi bijaksana. Mazmur 119 : 98 berkata : Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku.
Hanya Tuhan saja yang bisa memberi kebijasanaan yang sejati bahkan mampu bertahan selama-lamanya atau seumur hidup.
Contohnya Daniel dan Yusuf adalah orang bijaksana yang mendapat kebijaksanaannya dari Tuhan.
Sikap orang yang bijaksana adalah seperti orang yang mendirikan rumah atau bangunannya diatas fondasi batu. Rumah itu kokoh,mampu menahan badai dan angin topan dan bahkan banjir besar. Sedangkan orang bodoh disamakan dengan orang yang mendirikan rumah atau bangunannya diatas fondasi pasir. Jika datang angin topan dan banjir, rumah itu pasti roboh, rusak berat dan hanyut karena fondasinya lemah.
Apakah yang dimaksud dengan badai.angin topan dan banjir itu ? Itu adalah segala pencobaan yang datangnya dari iblis yang akan menerpa hidup ini. Pencobaan itu datangnya bisa dari dalam diri sendiri dan bisa juga datangnya dari luar. Sumber-sumber pencobaan antara lain : hawa nafsu, kekayaan, kebodohan, keserakahan, sikap hati yang salah , lidah yang tak terkendali, dll.
Dua jenis fondasi tadi merupakan gambaran iman kita sebagai orang Kristen. Iman yang kuat hanya didasarkan pada fondasi Firman Tuhan. Firman itu bukan hanya didengar tetapi harus dilakukan dalam hidup sehari-hari.( Yakobus 1 : 22 ) Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri).
Kalau iman kita hanya disandarkan pada kemampuan kita sendiri, akan cepat goyang, bahkan gagal bertahan. Sedangkan iman yang lemah diibaratkan dengan fondasi pada pasir yang rapuh. Firman Tuhan tidak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Sudahkah kita melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ataukah kita baru hanya sebatas menjadi pendengar saja. Kalau demikian mari kita periksa diri kita masing-masing, mohon kepada Tuhan untuk mengaruniakan iman yang sejati, kokoh - tahan menghadapi badai yang datang. Lakukan Firman dalam hidup kita sehari-hari.
Amin, Tuhan memberkati.
DIMANAKAH ANDA ?
Pembacaan : Kejadian 3 : 9 - 13
Sejak semula Tuhan menciptakan manusia bukan seperti robot yang menurut saja apa yang diprogramkan oleh pembuatnya. Tuhan memberikan kebebasan berpikir dan bertindak kepada manusia. Sayangnya kehendak bebas itu disalah gunakan oleh manusia. Manusia lebih suka mendengar suara iblis daripada pesan Tuhan. Padahal Tuhan menghendaki agar dengan kebebasan itu manusia dapat memuji dan menyembah serta memuliakan Tuhan dengan tanpa paksaan melainkan keluar dari hati yang tulus.
Adam diciptakan oleh Allah serupa dan segambar dengan Dia. Itu artinya manusia merupakan gambaran Allah di dunia ini. Itu bukan berarti manusia sama seperti Allah. Allah tidak mungkin disamakan dengan siapapun. Adam diciptakan memiliki kehendak bebas memilih. Itulah sebabnya Tuhan memberitahukan kepada manusia itu ada pohon ditengah taman yang jika dimakan atau diraba buahnya menyebabkan kematian ( ay 2,3 )
Pertanyaan pertama. Adam dimanakah Engkau ? ( ay 9, 10 ). Allah bertanya demikian bukanlah berarti Dia tidak tahu dimana Adam berada. Pertanyaan itu bersifat ujian, apakah Adam jujur dihadapan Tuhan. Pertanyaan ujian bukan berarti Allah tidak tahu jawabannya tetapi justru menguji apakah Adam bisa menjawab dengan jujur.
Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan kepada kita. Sedang dimanakah kita saat ini.Didalam Tuhankah atau diluar Tuhan. Dirumah Tuhankah atau dirumah berhala?
Pertanyaan kedua, siapa yang memberitahukan kepadamu?. Siapa yang bicara padamu ( ay 11 ).Pertanyaan ini diajukan juga bukanlah berarti Tuhan tidak tahu dengan siapa Adam dan Hawa berbicara, namun Tuhan juga menginginkan jawaban langsung dari Adam dan Hawa,apakah mereka jujur atau tidak. Pertanyaan yang sama juga diajukan Tuhan pada kita saat ini. Siapa yang kita dengar? Berita apa yang sering kita dengar? Apa yang sering kita dengar, hasilnya akan mempengaruhi jalan hidup yang kita tempuh. Karena apa yang kita dengar akan mempengaruhi otak dan hati kita. Mendengar hal yang baik atau yang jahatkah kita setiap hari ? Oleh sebab itu hati-hati dengan apa yang kita dengar dan dengan siapa kita bicara. Suara Tuhankah yang kita dengar atau suara iblis.
Pertanyaan ketiga, apa yang telah kau perbuat ? ( ay 12 ). Apa yang kita buat sedikit banyak tergantung dimana kita berada dan apa yang kita dengar. Apakah kita berbuat kebaikan demi kemuliaan nama Tuhan atau untuk diri sendiri.Apakah perbuatan kita sesuai dengan perintah Tuhan atau melanggar perintah Tuhan.
Marilah kita jawab ketiga pertanyaan itu dengan jujur, Dimanakah anda ? Apa yang ada dengar atau siapa yang berbicara pada anda ? dan Apa yang sedang anda perbuat. Renungkanlah. Amin, Tuhan Yesus memberkati.
Rabu, 29 September 2010
HIDUP BARU .>< HIDUP LAMA
AYAT AYAT ALKITAB.
Ø Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. 2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Ø II Karintus 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Ø
Ø I Korintus 3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
Ø
Ø Lukas 21:34 "Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat.
Ø
Ø Kolose 3:5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
Ø
Ø Efesus 4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
Ø
Ø Titus 2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
Ø
Ø Roma 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. 7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
Ø
Ø Immamat 10:10 Haruslah kamu dapat membedakan antara yang kudus dengan yang tidak kudus, antara yang najis dengan yang tidak najis,
Ø
Ø II Tawarikh 12:8 Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi."
Ø
Ø Yunus 4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"
Ø
Andaikan………….. IBUKOTA PINDAH KE PALANGKARAYA
Pembicaraan maupun pemberitaan pemindahan ibukota Negara Republik Indonesia dari Jakarta ke Palangkaraya ibukota Propinsi Kalimantan Tengah sudah kurang terdengar lagi. Sekarang malahan lebih gencar wacana pemindahan ibukota disekitar Jakarta – Bogor saja atau Provinsi Jawa Barat.
Namun jika seandainya pemindahan ibukota Negara dari Jakarta ke Palangkaraya terjadi, maka saya mulai membayangkan sebuah realitas yang akan terjadi didepan mata.
1. Spekulan tanah mulai bergerak cepat memborong lahan lahan didalam dan disekitar kota palangkaraya dengan harga yang semurah-murahnya tetapi seluas luasnya. Para pemilik modal mulai bergerak memerintahkan kaki tangannya untuk mendekati pemilik tanah. Para ketua RT, Kades, Lurah, Camat, BPN mulai sibuk mengurus surat surat tanah yang diperlukan. Yang belum ada surat dibuatkan surat oleh RT,RW, Kades dan Lurah. Para Notaris/PPAT kebajiran pesanan untuk membuat akte jual beli/balik nama surat tanah. Kantor Camat dan Pelayanan Pajak sibuk mengurus PBB yang tertunggak selama bertahun-tahun. Dibeberapa lokasi akan terlihat patok dengan tulisan tanah dijual tanpa perantara. Buntutnya harga tanah disekitar kota Palangkaraya melonjak tajam. Yang tadinya tidak pernah dirawat sekarang dibuka, dibuat akses jalan seadanya, dipagar, bahkan ditanami untuk memberi identitas bahwa tanah itu ada pemiliknya.
2. Para pemborong bangunan, depelover mulai berdatangan ke kota Palangkaraya. Mereka mengurus surat surat yang diperlukan untuk menyambut pekerjaan borongan bangunan Pemerintah. Kantor Camat, kantor Walikota bahkan kantor Gubernur sibuk mengeluarkan surat surat izin yang diperlukan. Calo calo berkeliaran menawarkan jasa untuk mengurus surat surat dari A sampai Z dengan tarif tertentu dan ditanggung beres. Rumah tinggal, ruko, rumah kost, bedakkan mulai menaikan tarifnya. Para pengusaha dari Jakarta mulai mengirimkan stapnya yang terbaik untuk menjajaki kemungkinan memulai biznis seperti hotel, restorant, bank, penerbangan,pasar swalayan dan lain lain.
3. Perusahaan perusahaan penerbangan,. Travel biro agen pelayaran mulai mencari lokasi untuk berkantor . Karena sebentar lagi jalur penerbangan Palangkaraya – Jakarta dan sebaliknya pasti ramai.Begitu pula dengan jalur angkutan barang / cargo melalui laut. Pejabat Sipil dan militer, pengusaha, kaum professional, bahkan anggota DPR/DPD, berduyun duyun ke Palangkaraya. Ada yang benar benar bertugas, ada yang sekedar jalan jalan atau hanya sekedar ingin melihat kondisi calon ibu kota Negara itu. Sejalan dengan itu pula Lapangan Terbang Cilik Riwut yang dikelola oleh PT Angkasa Pura mulai berbenah untuk meningkatkan pelayanan. Ruang Tunggu, Restoran, Lahan Parkir Pesawat dan kendaraan diperluas atau diperbaiki. Sarana pendukung penerbangan digenjot, mulai dari yang sederhana sampai kepenyediaan radar untuk penerbangan semuanya dipersiapkan.. Uang mulai mengalir deras ke kota Palangkaraya. Untuk itu beberapa bank yang belum membuka cabangnya mulai bersiap siap untuk membuka bisnisnya. Karena pasti aliran dana baik dana pemerintah maupun dana swasta akan mengalir deras kesini. Belum lagi dana dana asing.
4. Ketika sarana prasarana mulai dibangun, baik itu gedung kantor maupun jalan raya, maka tanah urug,pasir, batu gunung mulai didatangkan dari daerah sekitar. Bukit bukit mulai dikeruk tanahnya dibawa ke kota untuk urugan karena tanah di dalam kota Palangkaraya sebagian besar berupa rawa dan lahan gambut. Untuk memperkuat struktur bangunan maka diperlukan lagi kayu galam yang akan ditancapkan dalam dalam sehingga tanah menjadi padat, entah berapa ribu meterkubik kayu galam yang ditebang untuk keperluan itu. Tak dapat dibayangkan berapa ribu meter kubik tanah urug, , pasir dan batu gunung yang diperlukan. Untuk pengangkutannya diperlukan sejumlah besar armada truk berkapasitas besar. Akibatnya jalan jalan disekitar dan didalam kota mulai rusak karena dilewati mobil berbeban berat. Kalau hujan jalan penuh Lumpur becek dan kalau panas terik jalan raya berdebu yang pasti akan menyesakan napas warga yang tadinya bebas debu dan Lumpur. Sejumlah besar pekerja kasar, buruh bangunan, sopir truk dan alat berat, tenaga mekanik membanjiri kota palangkaraya. Menyambut mereka ini warung nasi, warung kopi, kios jamu, kios rokok dan pulsa tumbuh menjamur. Rumah bedakan, rumah kost penuh sesak oleh pekerja musiman ini. Kota palangkaraya akan sangat ramai khususnya diakhir pekan atau dihari gajian. Yang bisa dipastikan lagi kemungkinan ramainya lokalisasi yang telah ada dan kemungkinan muncul lokalisasi baru dengan PSK muka baru stok lama dengan segala tingkatan pelayanannya.
5. Ketika sarana prasarana sudah bisa dipergunakan, maka masuklah Bapak Presiden dan Wakil Presiden beserta stap,Pasukan Pengawal Presiden/wakil Presiden para menteri dan pegawai kementrian mulai dari Sekjen,Dirjen,sampai ke eselon paling bawah mengisi kota Palangkaraya. Raungan sirene pasukan pengawal semakin sering terdengar mengawal para pejabat tinggi pergi dan pulang kerja. Para Pegawai / karyawan Kementrian pasti memerlukan rumah atau Mess sehingga rumah rumah RSS type 36,45 yang tadinya belum ditempati sekarang mendapat penghuninya Para pegawai ini kemungkinan lebih banyak yang pindah tanpa membawa anak isteri. Berarti datang kesini bujangan dan cukup tinggal di rumah kontrakan, kost atau mess milik kantor bahkan mungkin hotel saja. Segala peralatan kantor didatangkan dan dipasang di Kantor kantor baru. Para pemasok, distributor sangat sibuk memasang perangkat kantor. Kapasitas listrik oleh PLN harus ditingkatkan. Penyediaan air minum oleh PDAM juga harus ditingkatkan. Kantor kantor yang telah memulai aktifitasnya harus rela dengan segala keterbatasan. Kalau di Jakarta sudah terbiasa dengan ruangan ber AC, namun karena menempati kantor baru ,AC belum semuanya terpasang karena berbagai kendala seperti terbatasnya anggaran, terbatasnya listrik, dsb. Sistem computer juga belum berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya pekerjaan belum sepenuhnya lancar. Alat komunikasi antar ruangan belum terpasang semuanya . Untuk sementara karyawan menggunakan Hp masing masing untuk berkomunikasi.
6. Setelah pekerjaan mulai lancar, kantor telah berjalan dengan baik maka pemandangan yang lain mulai terlihat adalah kesibukan di loket loket penjualan tiket penerbangan Palangkaraya – Jakarta. Setiap akhir pekan (sabtu _ minggu ) atau di awal bulan setelah gajian banyak pegawai kementrian yang pulang ke Jakarta menemui anak isteri yang masih tinggal disana. Kesibukan ini bisa berlangsung lama karena banyak isteri maupun anak anak yang enggan untuk tinggal di Palangkaraya, kecuali mungkin anak isteri pegawai rendahan. Walaupun pekerjaan harian dilaksanakan di Palangkaraya, tetapi kalau rapat kerja, rapat dinas, seminar,workshop tetap diadakan di Jakarta atau di Puncak atau di Bandung dengan alasan bahwa disana telah tersedia fasilitas gedung yang lebih besar dan lengkap serta nara sumber yang lebih berkompeten dibandingkan dengan Palangkaraya. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh pegawai untuk pulang – pergi secara gratis tentunya.
7. Inilah kira kira khayalan / imajinasi saya jika ibu kota Negara kita benar benar dipindahkan dari Jakarta ke Palangkaraya. Sekali lagi ini hanya khayalan. Mudah-mudahan kerumitan ini tidak benar benar terjadi jika seandainya suatu ketika nanti ibu kota benar benar di palangkaraya.
Langganan:
Postingan (Atom)